
Ukuran : 14 x 20 cm
Jumlah hal : xviii + 104 hal
Penulis :
Wina Bojonegoro, Ana Ratri Wahyuni, Anindita S. Thayf, Intan Andaru,
Muna Masyari, Ni Komang Ariani, Ninuk Retno Raras, Sasti Gotama,
Titik Kartitiani, Vika Wisnu, Yetti A. KA, Yuliani Kumudaswari
Editor : Indria Pramuhapsari
Ilustrasi Sampul : Yoes Wibowo
Desain Sampul dan Penata Letak : Windy Effendy
Ilustrasi : Digital Art @antoinette
Sinopsis Rumpun Kupu-Kupu: Cinta Hadirkan Luka, Lalu Menyembuhkannya
Lusi bernegosiasi sambil menahan geli campur heran. LC yang biasa ngemong para lelaki yang membayar jasanya itu disewa bocah SD dalam suatu musim rapotan.
“Bocah itu menyebutkan nama, kelas, dan dusta-dusta kecil yang perlu saya jejalkan dalam kepala.” Pedoman Ibu Teladan karya Sasti Gotama itu diceritakan dengan ringan tapi mengandung diksi tegas dan pesan-pesan menggelitik. Sambil tersenyum, pembaca diajak mengutuki realita dan menangisi pilihan si tokoh cerita.
Di halaman yang lain, Muna Masyari menyajikan kisah jenaka nan satir tentang Maryam dalam Sepasang Tanduk. Siswi SD yang patuh pada ibunya itu memegang teguh pemahaman bahwa orang yang marah-marah artinya kelaparan. Maka, itu pula yang dia terapkan di sekolah saat ibu gurunya marah.
“Maryam memajukan tangannya. Memperlihatkan barang yang disembunyikan… lalu mengangsurkan plastik kresek hitam berisi gorengan. ‘Mungkin Bu Guru belum sarapan,’ lirih Maryam dengan wajah polos.”
Rumpun Kupu-Kupu mengajak pembaca larut dalam rasa sembari menjelajahi makna di balik setiap kisah yang disajikan. Sepanjang petualangan, pembaca akan ditemani warna-warna beragam dari gaya bahasa dan kekhasan ide para penulis cerita.
Sebagaimana hidup yang kita jalani, inti dari semua kisah dalam buku ini adalah cinta. Cinta orang tua kepada anak, cinta sepasang kekasih, cinta anak kepada orang tua, cinta dalam keluarga, cinta seni budaya, dan cinta kepada bangsa.
Cinta pula yang menerbitkan duka dan lara, tapi cinta pula yang menyembuhkannya. Rumpun Kupu-Kupu adalah persinggahan nyaman yang mempersilakan 12 perempuan mengekspresikan cinta mereka.
Seperti yang dituliskan Intan Andaru dalam Rumah Paling Aman. “Kekasihku datang mencari tempat paling damai dari ujung benua sebagaimana aku yang mencari tempat paling damai dari perjalanan suramku di masa lalu. Saat kami temukan itu pada kebersamaan kami, tidak ada yang boleh merobohkannya.”
Alami sendiri dan rasakan makna serta warna yang 12 penulis perempuan tuangkan sebagai cerpen dalam buku ini. Temukan lady escort kelas atas, LC murahan, perempuan yang terobsesi penampilan, dan anak-anak bangsa yang cerdas di dalam buku ini. Setelah itu, temukan juga makna hidupmu lewat buku ini. (*)